Di tepi rindu kini aku hanya bisa pandangi kata yang pernah kau ucap
Yang bahkan aku tak tahu adakah hati dalam tiap genggam katamu
Aku bukan peramal yang dengan bola kristal dan jampi-jampi lantas bisa melihat otak yg selalu kau jaga itu
Aku hanya orang biasa yang dengan bodohnya setia menunggu ucapanmu sebagai penawar racun keputusasaanku
Jangan lagi tersenyum begitu!
Air mataku tak kan sanggup lagi menampung bening senyummu
Senyum yang tanpa kau sadari telah menjadi bisa yang meracuniku
Kemudian kau tawar kembali dengan kebenaran ucapanmu
Aku jemu terus berputar menunggu dalam lingkar cokelat matamu
Karena yang aku tunggu bukan ucapanmu, otakmu, senyummu bahkan cokelat matamu itu
Aku hanya menunggu hati yang kau bingkai dengan indah kalam-kalamNya
Yang kini memaksaku melukis rindu dalam ketidaktahuan rasamu untukku
Terima kasih telah hadir dalam sudut gelap asaku..
07:01
030611

.jpg)
cie....
BalasHapusmenunggu siapa ni,,,
nungguuuuiiinn teteeehhh... :D
Hapusini tulisan sendiri khoi? subhanallah.. :)
BalasHapusiya.. hoho
Hapusjadi gak enak kan ketauan sama nufi.. :p
hu... geer akuh ;)
BalasHapus