Berhenti..!
Tak bisakah kalian berhenti menatapku seperti itu? Apa kalian tak bisa meraba jk aku sudah muak dengan semua lakumu. Huh! Sepertinya semua ini hanya percuma. Krn aku akan tetap menjadi sebuah vespa. Aku beserta segala pikirku.
Aku bukan dirimu. Aku bukan terkaanmu. Aku jg bukan konsep pikirmu tentang aku. Krn aku adalah sebuah vespa. Ya! Vespa! Kendaraan yang kau anggap butut dan ketinggalan jaman. Bukankah memang begitu anggapan kalian, wahai kaum modernis yang tak berotak modern?!?
Jk saja kalian bisa sejenak membuka isi kepala. Mencoba melihat lebih mendalam. Mungkin kalian tak akan berpikiran seperti itu ttg aku. Tapi itu hanya mungkin. Aku takkan bisa tau apa yang kalian pikir krn aku bukan kalian. Dan aku takkan pernah dan tak sekalipun ingin menjadi kalian. Yang berpikiran ttg aku sesuka hatimu.
Sebenarnya aku bingung ingin menuliskan awal semua ini dari mana. Krn saat memulai, aku diserang pikiran-pikiranku ttg kalian yg akan membaca ataupun sekedar melongok tulisanku. Aku khawatir akan opini-opini yg akan melesat dari bibir-bibirmu. Ah! Tapi masa bodohlah dgn semua pikirmu. Aku tak ingin terhenti hanya krn rasa khawatir ttg pikiranmu (yg membaca ini). Aku tak ingin dan tak boleh menebak-nebak pikiranmu, krn (skali lagi) aku bukan kau!
Aku adalah vespa. Entah mengapa sampai aku bisa berpikir diriku seperti itu. Tp itu adalah pikiranku, jd semuany akan menjadi sah bagiku. Aku merasa memiliki ikatan batin dgnnya, dgn vespa. Padahal aku bukanlah benda bermesin itu, aku adalah manusia. Jk saat ini, aku yg terlahir sbg manusia merupakan reinkarnasi dari sebuah benda, maka aku ingin benda itu adalah vespa.
>>>continued
Tak bisakah kalian berhenti menatapku seperti itu? Apa kalian tak bisa meraba jk aku sudah muak dengan semua lakumu. Huh! Sepertinya semua ini hanya percuma. Krn aku akan tetap menjadi sebuah vespa. Aku beserta segala pikirku.
Aku bukan dirimu. Aku bukan terkaanmu. Aku jg bukan konsep pikirmu tentang aku. Krn aku adalah sebuah vespa. Ya! Vespa! Kendaraan yang kau anggap butut dan ketinggalan jaman. Bukankah memang begitu anggapan kalian, wahai kaum modernis yang tak berotak modern?!?
Jk saja kalian bisa sejenak membuka isi kepala. Mencoba melihat lebih mendalam. Mungkin kalian tak akan berpikiran seperti itu ttg aku. Tapi itu hanya mungkin. Aku takkan bisa tau apa yang kalian pikir krn aku bukan kalian. Dan aku takkan pernah dan tak sekalipun ingin menjadi kalian. Yang berpikiran ttg aku sesuka hatimu.
Sebenarnya aku bingung ingin menuliskan awal semua ini dari mana. Krn saat memulai, aku diserang pikiran-pikiranku ttg kalian yg akan membaca ataupun sekedar melongok tulisanku. Aku khawatir akan opini-opini yg akan melesat dari bibir-bibirmu. Ah! Tapi masa bodohlah dgn semua pikirmu. Aku tak ingin terhenti hanya krn rasa khawatir ttg pikiranmu (yg membaca ini). Aku tak ingin dan tak boleh menebak-nebak pikiranmu, krn (skali lagi) aku bukan kau!
Aku adalah vespa. Entah mengapa sampai aku bisa berpikir diriku seperti itu. Tp itu adalah pikiranku, jd semuany akan menjadi sah bagiku. Aku merasa memiliki ikatan batin dgnnya, dgn vespa. Padahal aku bukanlah benda bermesin itu, aku adalah manusia. Jk saat ini, aku yg terlahir sbg manusia merupakan reinkarnasi dari sebuah benda, maka aku ingin benda itu adalah vespa.
>>>continued

aduh adikku... mereka kira kamu mio kali :'(
BalasHapusKunaon teh? :p
Hapus